ToolGen Resmikan Fasilitas Uji Lapangan Canggih di Osong, Lengkapi Platform Komersialisasi “Dari Laboratorium ke Lahan” untuk Pasar SAF dan Tanaman Industri Global

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  • Mendirikan Fasilitas Uji Lapangan Tanaman Hasil Penyuntingan Genom (GE) yang modern dan sesuai dengan regulasi untuk mempercepat komersialisasi global.
  • Memungkinkan evaluasi lapangan yang komprehensif terhadap portofolio tanaman yang beragam, termasuk sifat toleransi kekeringan, toleransi herbisida, dan peningkatan kandungan minyak.
  • Memperluas fokus strategis dari tanaman pangan domestik ke tanaman industri dan bioenergi bernilai tinggi guna memenuhi permintaan global akan bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF).
  • Melampaui model lisensi teknologi tradisional dengan membangun rantai nilai terintegrasi secara vertikal yang menargetkan pasar utama di Australia, Asia Tenggara, dan Eropa.

CHEONGJU, Korea Selatan, 11 Juni 2026 /PRNewswire/ — ToolGen, Inc. (CEO Dr. Ryu Jong-Sang, KOSDAQ: 199800), pelopor teknologi penyuntingan genom CRISPR-Cas9, mengumumkan peresmian Fasilitas Uji Lapangan Tanaman Hasil Penyuntingan Genom yang canggih serta penyelenggaraan Open Innovation Mini-Symposium di Osong Innovation Circle, Cheongju, Korea Selatan.

Fasilitas yang baru diresmikan ini merupakan langkah penting dalam menerjemahkan inovasi penyuntingan genom dari laboratorium ke aplikasi komersial. Beroperasi dengan kepatuhan penuh terhadap persyaratan regulasi, fasilitas ini akan menghasilkan data agronomi dan kinerja berkualitas tinggi yang diperlukan untuk mendukung pengembangan produk, pengajuan regulasi, dan komersialisasi global.

Melengkapi Platform Komersialisasi "Dari Laboratorium ke Lahan"

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan peluncuran fasilitas ini, ToolGen telah membangun platform komprehensif yang mengintegrasikan penyuntingan genom, pengembangan sifat unggul, validasi lapangan, dan pengembangan produk benih. Fasilitas ini memungkinkan evaluasi berbagai spesies tanaman dalam kondisi budidaya nyata. Uji lapangan akan difokuskan pada toleransi kekeringan, toleransi herbisida, dan peningkatan komposisi minyak biji untuk menghasilkan kumpulan data fenotip yang kuat guna memvalidasi kinerja tanaman dan skalabilitasnya bagi aplikasi industri global.

Memposisikan Pertumbuhan di Pasar Bahan Baku SAF Global

Untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat terhadap bahan baku Sustainable Aviation Fuel (SAF), ToolGen memanfaatkan kapabilitas barunya untuk mengembangkan portofolio tanaman minyak industri hasil penyuntingan genom, termasuk pennycress, kanola, carinata, camelina, mustard India, dan jarak pagar (castor bean).

Melalui peningkatan sifat menggunakan teknologi CRISPR, ToolGen bertujuan meningkatkan potensi hasil panen dan kandungan minyak, sehingga dapat menyediakan bahan baku berkelanjutan tanpa bersaing dengan sistem produksi pangan konvensional.

Membangun Rantai Nilai Terintegrasi Secara Vertikal

Melampaui model lisensi tradisional, ToolGen sedang membangun rantai nilai terintegrasi secara vertikal yang mencakup pengembangan sifat unggul, produksi benih, dan kemitraan komersial hilir, dengan fokus pada Australia, Asia Tenggara, dan Eropa.

"Fasilitas Osong ini menandai tonggak penting dalam transformasi bisnis benih kami dari penelitian menuju komersialisasi yang berorientasi pada produk," ujar Dan Sung, Executive Vice President Divisi Bisnis Benih ToolGen.

CEO Dr. Ryu Jong-Sang menambahkan: "Kami berada pada posisi yang kuat untuk berkontribusi terhadap masa depan bioenergi di Australia, Asia, dan Eropa. Proses paten yang baru-baru ini berlangsung di Eropa tidak memengaruhi posisi fundamental kekayaan intelektual maupun peta jalan komersial strategis ToolGen. ToolGen tetap dilindungi oleh portofolio paten generasi berikutnya yang kuat dan dikembangkan secara independen, yang menjadi dasar keunggulan kompetitif jangka panjang serta kebebasan kami untuk beroperasi."

Berita Terkait

Financial Resilience Index Sun Life Asia: Keamanan Finansial Menurun Akibat Tekanan Biaya Hidup
Pemimpin Muda Asia Berpartisipasi dalam Hitachi Young Leaders Initiative 2026 di Cebu dengan Tema “Flow as One”
Aliansi GEHPA-APAC Resmi Diluncurkan, Percepat Transformasi Pendidikan dan Layanan Kesehatan yang Inklusif dan Cerdas
Huawei Luncurkan Program “AHEAD”, Bangun Ekosistem Baru yang Saling Menguntungkan bagi Sektor Pendidikan dan Layanan Kesehatan
Huawei ICT Competition Ke-10 Tuntas Digelar, Catat Rekor 220.000 Peserta, Para Pemenang Berasal dari 49 Negara dan Wilayah
Didukung Huawei, Aztelekom Perluas Akses Jaringan Pita Lebar hingga Menjangkau Hampir Seluruh Wilayah Azerbaijan melalui Program “Online Azerbaijan”
MAXHUB Bertransformasi dari Peserta Menjadi Pemimpin, Ajukan Dua Standar Internasional IEC yang Baru
SNEC 2026 | EVE Energy Raih Pesanan Lebih dari 67 GWh, Perkuat Posisi di Industri Penyimpanan Energi
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:00 WIB

ToolGen Resmikan Fasilitas Uji Lapangan Canggih di Osong, Lengkapi Platform Komersialisasi “Dari Laboratorium ke Lahan” untuk Pasar SAF dan Tanaman Industri Global

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:19 WIB

Financial Resilience Index Sun Life Asia: Keamanan Finansial Menurun Akibat Tekanan Biaya Hidup

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

Pemimpin Muda Asia Berpartisipasi dalam Hitachi Young Leaders Initiative 2026 di Cebu dengan Tema “Flow as One”

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:39 WIB

Aliansi GEHPA-APAC Resmi Diluncurkan, Percepat Transformasi Pendidikan dan Layanan Kesehatan yang Inklusif dan Cerdas

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:19 WIB

Huawei ICT Competition Ke-10 Tuntas Digelar, Catat Rekor 220.000 Peserta, Para Pemenang Berasal dari 49 Negara dan Wilayah

Berita Terbaru