CGTN: Bagaimana Tiongkok Menetapkan Arah Kebijakan Ekonomi 2026?

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 14 Desember 2025 - 23:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 15 Desember 2025 /PRNewswire/ — Saat para pemimpin Tiongkok berkumpul di Beijing untuk menghadiri Rapat Kerja Ekonomi Tingkat Pusat tahunan, CGTN menerbitkan artikel tentang agenda ekonomi Tiongkok pada 2026 yang membuktikan komitmen untuk memperkuat permintaan domestik, mendorong inovasi, serta memperluas kebijakan pintu terbuka tingkat tinggi. Langkah tersebut mencerminkan optimisme dan kepastian yang semakin kuat untuk pembangunan global.

Para pemimpin Tiongkok menggelar Rapat Kerja Ekonomi Tingkat Pusat tahunan pada 10–11 Desember di Beijing untuk menentukan arah kebijakan ekonomi Tiongkok.

Presiden Tiongkok Xi Jinping turut menghadiri rapat tersebut dan menyampaikan pidato utama yang meninjau kinerja ekonomi 2025, mengulas sejumlah tantangan baru, serta menetapkan prioritas untuk 2026, tahun pertama dalam Rencana Pembangunan Lima Tahun Ke-15 (2026–2030).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pemimpin Tiongkok menegaskan bahwa kebijakan tahun depan akan berfokus pada "kemajuan ekonomi sambil menjaga stabilitas", serta "meningkatkan kualitas dan efektivitas pembangunan ekonomi". Delapan tugas utama telah ditetapkan, termasuk mendorong permintaan domestik, memajukan inovasi, memperluas reformasi dan kebijakan pintu terbuka, mengembangkan ekonomi rendah karbon, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pertemuan ini menyampaikan sebuah pesan yang jelas: Tiongkok memasuki 2026 dengan penuh optimisme, kebijakan yang jelas, dan momentum baru, serta mempertahankan stabilitas dan peluang ekonomi global.

Permintaan domestik sebagai mesin pertumbuhan

Pertemuan tersebut menekankan bahwa peningkatan konsumsi domestik menjadi prioritas ekonomi pada tahun depan. Para pembuat kebijakan berencana mengambil langkah konkret untuk mendorong belanja masyarakat, mengoptimalkan "dua kebijakan baru" —meningkatkan pemutakhiran peralatan berskala besar dan program tukar tambah untuk barang-barang konsumsi — serta menghapus pembatasan yang tidak masuk akal di sektor konsumsi guna membuka potensi konsumsi di sektor jasa.

Data menunjukkan, sektor konsumsi Tiongkok tetap tangguh pada 2025. Sepanjang tiga kuartal pertama, sektor konsumsi berkontribusi 53,5% terhadap pertumbuhan PDB, meningkat sembilan poin persentase dari tahun sebelumnya. Pada periode Januari-Oktober, nilai penjualan ritel barang konsumsi melampaui RMB 40 triliun (sekitar US$5,7 triliun), meningkat 4,3% secara tahunan, bahkan melampaui pertumbuhan pada tahun lalu.

Dalam wawancara eksklusif dengan CGTN, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menjelaskan, IMF meningkatkan proyeksi PDB Tiongkok pada 2025. Dia juga menekankan peran penting dari sektor konsumsi domestik dalam menopang ketahanan ekonomi. Ia memuji komitmen Tiongkok yang telah mempertahankan sistem ekonomi yang terbuka dan bertanggung jawab, serta mendukung fokus pada sektor konsumsi dalam Repelita yang baru.

Inovasi mendorong pertumbuhan baru

Inovasi akan tetap menjadi faktor pendorong utama dalam pembangunan nasional. Tiongkok ingin membangun pusat inovasi internasional di kawasan Beijing–Tianjin–Hebei, Delta Sungai Yangtze, serta Kawasan Teluk Besar Guangdong–Hong Kong–Makau. Kebijakan tersebut akan memperkuat inovasi yang digerakkan perusahaan, perlindungan hak kekayaan intelektual di industri baru, perluasan kapasitas sektor jasa, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI) melalui tata kelola yang lebih baik dan integrasi sektor teknologi dan pembiayaan.

Menurut Indeks Inovasi Global 2025, Tiongkok untuk pertama kalinya tercantum dalam peringkat 10 besar dan mempertahankan peringkat tertinggi di antara 36 negara berpendapatan menengah ke atas. Klaster inovasi Tiongkok juga memimpin dunia, tecermin dari klaster Shenzhen–Hong Kong–Guangzhou yang berhasil menempati peringkat pertama secara global. Bloomberg Economics memproyeksikan, kontribusi sektor teknologi mutakhir Tiongkok, termasuk AI, akan mengalami pertumbuhan dari 14,3% terhadap PDB pada 2023 menjadi hampir 19% pada 2026.

Ekonomi Tiongkok yang terbuka memberikan kepastian bagi dunia

Kebijakan pintu terbuka masih menjadi salah satu keunggulan strategis Tiongkok. Rapat tersebut menegaskan kembali bahwa Tiongkok akan memperluas keterbukaan institusional dan kemandirian di sektor jasa, mengoptimalkan tata letak zona perdagangan bebas, serta memajukan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan.

Perdagangan luar negeri Tiongkok pada tahun ini menunjukkan daya tahan di tengah tantangan global. Pada periode Januari-November, total impor dan ekspor mencapai RMB 41,21 triliun, meningkat 3,6% dari tahun sebelumnya.

Survei global CGTN terbaru menunjukkan, 86,7% responden menilai bahwa upaya berkelanjutan Tiongkok dalam meningkatkan konsumsi domestik akan menciptakan peluang besar bagi perusahaan internasional. Sementara, 89,1% responden menilai, kebijakan pintu terbuka Tiongkok yang semakin luas akan menciptakan peluang pembangunan yang lebih menyeluruh di seluruh dunia.

https://news.cgtn.com/news/2025-12-12/How-does-China-set-tone-for-economic-work-in-2026–1J1srzNISOY/p.html

Berita Terkait

Yutong Luncurkan Pusat Servis Komprehensif Pertama di Eropa
Trinasolar Pasok Modul Vertex N untuk Proyek PLTS Terapung 562 MWdc di Vietnam
DJI Gelar Sesi “Filmmakers & Visionaries” di Venice Production Bridge dalam Ajang Venice International Film Festival Ke-83
Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau
Platform Stratosfer Sceye Kembali Memasuki Amerika Serikat Setelah Mencetak Rekor Penerbangan Pulang-Pergi di Stratosfer antara AS dan Jepang
TÜV SÜD Luncurkan Global Decarbonisation Centre of Excellence guna Memperkuat Integritas Data Karbon
Aplikasi AI Guanlan: Akurasi Lebih Tinggi, Biaya Lebih Hemat, Interaksi Lebih Cerdas
JADWAL “BIGBANG 2026-2027 WORLD TOUR ” di Hong Kong Resmi Diumumkan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:51 WIB

Yutong Luncurkan Pusat Servis Komprehensif Pertama di Eropa

Kamis, 10 September 2026 - 06:04 WIB

Trinasolar Pasok Modul Vertex N untuk Proyek PLTS Terapung 562 MWdc di Vietnam

Kamis, 10 September 2026 - 02:49 WIB

DJI Gelar Sesi “Filmmakers & Visionaries” di Venice Production Bridge dalam Ajang Venice International Film Festival Ke-83

Kamis, 10 September 2026 - 02:00 WIB

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Rabu, 9 September 2026 - 18:32 WIB

Platform Stratosfer Sceye Kembali Memasuki Amerika Serikat Setelah Mencetak Rekor Penerbangan Pulang-Pergi di Stratosfer antara AS dan Jepang

Berita Terbaru

Pers Rilis

Yutong Luncurkan Pusat Servis Komprehensif Pertama di Eropa

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:51 WIB

Pers Rilis

Risen Energy Rambah Bisnis Integrasi Energi dan Komputasi Hijau

Kamis, 10 Sep 2026 - 02:00 WIB