Home / Tak Berkategori

Penghijauan Ruang Belajar dalam Situasi Krisis

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 20 November 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

logo

logo

Education Cannot Wait dan Save the Children mengumumkan kemitraan, bekerja sama dengan Arup dan World Wildlife Fund, untuk menetapkan standar baru bagi ruang belajar sementara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup.  

NEW YORK, 21 November 2025 /PRNewswire/ — Di saat perubahan iklim meningkatkan skala dan keparahan krisis di seluruh dunia, Education Cannot Wait (ECW) mengumumkan dana hibah Acceleration Facility sebesar AS$650.000 kepada Save the Children, dalam konsorsium dengan Arup dan World Wildlife Fund (WWF), untuk menetapkan standar baru bagi penghijauan ruang belajar sementara di lingkungan krisis. Inisiatif ini menegaskan hubungan penting antara aksi iklim dan pendidikan dalam keadaan darurat di saat pemimpin dunia berkumpul di COP30 untuk mempercepat solusi bagi masa depan yang lebih berkelanjutan dan lebih tangguh.

A young Rohingya girl follows a lesson in a temporary learning centre in Cox’s Bazar, Bangladesh – home of the world’s largest refugee camp. © ECW
A young Rohingya girl follows a lesson in a temporary learning centre in Cox’s Bazar, Bangladesh – home of the world’s largest refugee camp. © ECW

Ruang belajar sementara menyediakan sarana penyelamat bagi anak-anak yang mengalami keadaan darurat – mulai dari kamp pengungsian di Bangladesh hingga zona banjir di Sudan Selatan. Namun sektor ini tidak memiliki panduan jelas tentang cara merancang, membangun, dan mengelola struktur tersebut dengan cara yang tangguh, inklusif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tanpa standar yang tepat, struktur ini dapat menyebabkan limbah dan degradasi lingkungan sehingga berdampak pada kondisi belajar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mengatasi kesenjangan ini, dana hibah tersebut menyatukan kepemimpinan Save the Children dalam hal hak anak-anak dan tanggap darurat, keahlian teknis Arup, dan pengetahuan WWF yang mendalam tentang lingkungan hidup untuk menjalin kemitraan inovatif guna menjembatani tanggap kemanusiaan, rekayasa, dan keberlanjutan ekologi.

Kata Marian Hodgkin, Global Head of Education, Learn Breakthrough di Save the Children, "Ruang belajar sementara yang kami sediakan memberikan stabilitas dan harapan selama krisis – harapan yang perlu diperluas melampaui situasi saat ini dan mendukung stabilitas berkelanjutan – yang mengharuskan kami menyatukan keahlian teknis dengan suara anak-anak. Ketika anak-anak membantu membentuk ruang belajar ini, kami menjadikannya lebih aman, lebih relevan dan lebih inklusif. Dengan memastikan bahwa ruang belajar ini tangguh dan bertanggung jawab terhadap lingkungan, kami menunjukkan kepada anak-anak bahwa kami berinvestasi bagi masa depan mereka."

"Arup bangga bermitra dengan Save the Children dan WWF – berkat dukungan Education Cannot Wait – untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman, berkelanjutan, dan tangguh terhadap perubahan iklim bagi anak-anak yang mengalami krisis," kata Hayley Gryc, Associate Director dan UKIMEA Education Business Leader di Arup. "Inisiatif ini adalah langkah penting dalam mengubah konsep cara pendidikan dan aksi iklim bersatu guna memastikan bahwa ruang belajar sementara dapat mendukung martabat manusia dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup di lingkungan yang tersulit sekalipun di dunia."

"Ruang belajar sementara adalah tempat berlindung yang membantu anak-anak kembali merasa normal setelah menghadapi bencana. Namun jika tidak dirancang dengan mempertimbangkan lingkungan hidup, kita berisiko memperparah tantangan yang dihadapi masyarakat akibat peristiwa seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran. Melalui kemitraan ini, kami mengembangkan sarana praktis agar setiap ruang kelas yang mengalami krisis menjadi lebih tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan," kata Anita van Breda, Senior Director Environment and Disaster Management di WWF.

Inisiatif ini akan mengembangkan, mengujicoba, dan membagikan berbagai alat bantu yang praktis dan mudah digunakan bagi pelaku pendidikan yang bekerja di daerah krisis. Panduan ini akan mencakup seluruh siklus ruang belajar sementara – mulai dari desain dan sumber bahan hingga pemeliharaan dan penghentian operasional – dengan menekankan pada konstruksi yang berdampak rendah dan adaptasi lokal. Selain itu juga akan berfokus pada keterlibatan anak-anak penyandang disabilitas dan yang mengalami hambatan karena gender.

Kerangka kerja global untuk menghijaukan ruang belajar sementara juga akan dibuat berdasarkan masukan dari mitra lokal maupun internasional, di samping panduan praktis dan alat bantu biaya, yang akan diuji di berbagai situasi krisis untuk memastikan dapat diterapkan dalam keadaan darurat. Alat-alat ini akan dibagikan secara terbuka melalui jaringan pendidikan, iklim, dan kemanusiaan untuk mendukung penggunaan dan dampak yang luas.

Dana hibah Acceleration Facility adalah bagian dari komitmen strategis ECW terhadap pendidikan yang cerdas iklim dalam keadaan darurat. Inisiatif ini memperkuat kebutuhan mendesak akan investasi bersama di bidang pendidikan sebagai pilar utama bagi aksi iklim. Hal ini sejalan dengan seruan aksi dari COP30 dan berkontribusi pada upaya global untuk menjadikan sistem pendidikan lebih tangguh, berkelanjutan, dan inklusif di saat risiko iklim dan kemanusiaan semakin meningkat.

Foto – https://mma.prnasia.com/media2/2826845/Education_Cannot_Wait_Refugee.jpg?p=medium600
Logo – https://mma.prnasia.com/media2/1656121/Education_Cannot_Wait_Logo.jpg?p=medium600 

Berita Terkait

Presiden ISWA Berkunjung ke SUS ENVIRONMENT, Bahas Solusi Pengelolaan Sampah Global untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
BRAHMA AI dan Hakuhodo Technologies Menjalin Kemitraan untuk Memperluas Penerapan High-Fidelity Digital Human di Seluruh Jepang dan Kawasan Asia-Pasifik
FERRERO GROUP 2025 SUSTAINABILITY REPORT MENEGASKAN FERRERO FARMING VALUES SEBAGAI PENDORONG KETAHANAN RANTAI PASOK
Forum Industri tentang Monetisasi Pengalaman 5G-A Tampilkan Berbagai Pencapaian Penting, Percepat Sinergi Perangkat, Jaringan, dan Model Bisnis
IPO Perusahaan Tambang Otonom Pertama di Dunia Gaet Investor Terkemuka, Termasuk Fidelity, J.P. Morgan, dan Barings
ZTE Pamerkan Rangkaian Lengkap Fitur AI di MWC Shanghai 2026, Dorong Era Baru dalam Aktivitas Operasional Berbasis Token
ZTE dan GSMA Gelar ZTE Global Summit & User Congress serta GSMA M360 ASEAN di Lokasi yang Sama sebagai Bagian dari Ajang MWC Shanghai 2026
Kolaborasi Adira Finance & AI Rudder Sukses Pangkas Biaya Operasional Lewat Implementasi AI
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:50 WIB

Presiden ISWA Berkunjung ke SUS ENVIRONMENT, Bahas Solusi Pengelolaan Sampah Global untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:46 WIB

BRAHMA AI dan Hakuhodo Technologies Menjalin Kemitraan untuk Memperluas Penerapan High-Fidelity Digital Human di Seluruh Jepang dan Kawasan Asia-Pasifik

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:45 WIB

FERRERO GROUP 2025 SUSTAINABILITY REPORT MENEGASKAN FERRERO FARMING VALUES SEBAGAI PENDORONG KETAHANAN RANTAI PASOK

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:33 WIB

Forum Industri tentang Monetisasi Pengalaman 5G-A Tampilkan Berbagai Pencapaian Penting, Percepat Sinergi Perangkat, Jaringan, dan Model Bisnis

Selasa, 30 Juni 2026 - 06:49 WIB

IPO Perusahaan Tambang Otonom Pertama di Dunia Gaet Investor Terkemuka, Termasuk Fidelity, J.P. Morgan, dan Barings

Berita Terbaru